Informatika Medis dan Ilmu Data Komputasi Jadi Pilar Transformasi Digital Prodi Sistem Informasi STITEK Bontang

Seiring meningkatnya kebutuhan akan pengelolaan data dan sistem digital yang terintegrasi, Program Studi Sistem Informasi STITEK Bontang menawarkan konsentrasi Informatika Medis (Medical Informatics) dan Ilmu Data Komputasi (Computational Engineering) sebagai bagian dari penguatan kurikulum berbasis kebutuhan industri.

Konsentrasi Informatika Medis merupakan bidang interdisipliner yang memadukan teknologi informasi dan dunia kesehatan. Mahasiswa dibekali pengetahuan tentang pengelolaan, analisis, dan pemanfaatan informasi medis guna meningkatkan efisiensi layanan kesehatan, akurasi data pasien, serta kualitas pengambilan keputusan klinis berbasis sistem informasi.

Sementara itu, konsentrasi Ilmu Data Komputasi berfokus pada pengembangan kompetensi di bidang pemrograman, statistik komputasi, pengolahan data skala besar, data mining, visualisasi data, dan pembelajaran mesin. Mahasiswa dipersiapkan untuk mampu mengolah data menjadi informasi bernilai strategis bagi organisasi dan institusi.

Kedua konsentrasi ini menjadi fondasi penting dalam mendukung transformasi digital berbasis data dan sistem informasi yang berkelanjutan.

PENGUMUMAN PENGISIAN KRS

📌 PENGUMUMAN PENGISIAN KRS

Diberitahukan kepada seluruh mahasiswa bahwa pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) untuk Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 dilaksanakan pada:

🗓 Tanggal: 2 – 6 Februari 2026

Mahasiswa diharapkan melakukan pengisian KRS sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan serta mengikuti prosedur yang berlaku.

🔎 Informasi lebih lanjut terkait Bimbingan Akademik, KRS, dan Jadwal Kuliah Semester Genap TA 2025/2026 dapat diakses melalui tautan berikut:
👉 https://stitek.ac.id/stitekv1/berita/detail/bimbingan-akademik-krs-dan-jadwal-kuliah-semester-genap-ta-20252026

Demikian pengumuman ini disampaikan. Atas perhatian dan kerja samanya, diucapkan terima kasih.

Konsentrasi Kecerdasan Komputasi Perkuat Kompetensi Sistem Informasi STITEK Bontang

Program Studi Sistem Informasi Sekolah Tinggi Teknologi (STITEK) Bontang menghadirkan konsentrasi Kecerdasan Komputasi (Computational Intelligence) sebagai upaya strategis dalam menyiapkan lulusan yang mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi informasi modern. Konsentrasi ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman dan keterampilan dalam pengembangan sistem cerdas berbasis perangkat lunak.

Melalui konsentrasi ini, mahasiswa mempelajari teknik-teknik lanjutan rekayasa perangkat lunak yang diterapkan pada berbagai bidang, seperti Internet of Things (IoT), komputasi cerdas, serta pemrosesan dan analisis informasi. Pembelajaran difokuskan pada perancangan sistem yang mampu mengolah data secara otomatis dan mendukung pengambilan keputusan yang efektif.

Konsentrasi Kecerdasan Komputasi diharapkan mampu menghasilkan lulusan Sistem Informasi yang memiliki kemampuan analitis, inovatif, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi, sehingga siap berkontribusi dalam pengembangan solusi digital di berbagai sektor industri dan layanan publik.

Program Studi Sistem Informasi STITEK Bontang Perkuat Integrasi Teknologi dan Bisnis di Era Transformasi Digital

Program Studi Sistem Informasi Sekolah Tinggi Teknologi (STITEK) Bontang terus menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi dan kebutuhan dunia usaha. Melalui pendekatan keilmuan yang mengintegrasikan teknologi, manajemen, dan proses bisnis, Prodi Sistem Informasi berperan strategis dalam mendukung transformasi digital di berbagai sektor.

Fokus utama Program Studi Sistem Informasi tidak hanya pada penguasaan aspek teknis pengembangan sistem, tetapi juga pada kemampuan analisis kebutuhan organisasi, perancangan sistem informasi, pengelolaan basis data, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengambilan keputusan. Mahasiswa dibekali pemahaman tentang bagaimana teknologi informasi dapat memberikan nilai tambah bagi organisasi dan meningkatkan efisiensi serta efektivitas proses bisnis.

Dalam proses pembelajaran, Prodi Sistem Informasi STITEK Bontang menerapkan kurikulum yang relevan dengan perkembangan teknologi terkini, seperti sistem informasi manajemen, analisis dan perancangan sistem, enterprise systems, business intelligence, serta pemanfaatan teknologi digital dalam tata kelola organisasi. Pendekatan ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki keseimbangan antara kemampuan teknis, analitis, dan manajerial.

Selain penguatan akademik, Prodi Sistem Informasi juga mendorong mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan penelitian terapan dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui berbagai proyek berbasis sistem informasi, mahasiswa dilatih untuk memberikan solusi nyata terhadap permasalahan yang dihadapi oleh instansi, UMKM, maupun masyarakat, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital secara efektif dan berkelanjutan.

Dengan sinergi antara dosen, mahasiswa, dan pemangku kepentingan, Program Studi Sistem Informasi STITEK Bontang diharapkan mampu melahirkan lulusan yang profesional, inovatif, serta siap berkontribusi dalam pengembangan sistem informasi yang mendukung kemajuan organisasi dan pembangunan daerah di era digital.

Sinergi STITEK–PT Pupuk Kaltim Diperkuat guna Mendukung Pengembangan SDM dan Penelitian Berkelanjutan

Sekolah Tinggi Teknologi Bontang (STITEK Bontang) terus memperkuat jejaring kemitraan strategis dengan dunia industri melalui penjajakan kerja sama bersama PT Pupuk Kaltim (PKT). Pertemuan ini diprakarsai oleh Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Bessai Berinta (YPBB), Ir. Yhenda Permana, M.M., bersama Ketua Pengurus YPBB, Ir. Dedy Rahmat Utomo, IPM, Direktur Utama PT Pupuk Kaltim, Guzrizal, S.T., MBA, serta Senior Vice President (SVP) Maintenance PT Pupuk Kaltim, Ir. Wawan Arisusanto, yang juga menjabat sebagai Pembina STITEK Bontang. Pertemuan tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan riset terapan yang berorientasi pada kebutuhan industri dan masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai peluang kolaborasi yang bersifat strategis dan saling menguntungkan, khususnya dalam mendukung rencana STITEK Bontang untuk membuka Program Studi Teknik Lingkungan dan Teknik Keselamatan Industri. PT Pupuk Kaltim menyatakan dukungannya melalui keterlibatan tenaga profesional sebagai dosen tamu maupun dosen luar biasa, sehingga proses pembelajaran diharapkan semakin kaya akan pengalaman praktis serta wawasan industri yang relevan dengan perkembangan terkini.

Selain penguatan pada aspek akademik, kerja sama ini juga membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen STITEK Bontang untuk terlibat langsung dalam kegiatan praktik kerja lapangan, magang industri, serta penelitian di lingkungan PT Pupuk Kaltim. Melalui sinergi tersebut, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman nyata di dunia kerja, sementara dosen dapat mengembangkan penelitian terapan yang memiliki dampak langsung bagi industri sekaligus kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

Kemitraan ini tidak hanya terbatas pada bidang pendidikan dan penelitian, tetapi juga mencakup kolaborasi dalam pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR). Salah satu agenda yang dibahas adalah pengembangan Laboratorium Ketahanan Pangan melalui kegiatan penelitian dan pengembangan Green House STITEK Bontang. Program ini diharapkan dapat menjadi pusat riset dan inovasi yang mendukung ketahanan pangan berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

Melalui penguatan kemitraan ini, STITEK Bontang dan PT Pupuk Kaltim menegaskan komitmen bersama dalam membangun ekosistem pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berkelanjutan, selaras dengan kebutuhan industri serta tantangan pembangunan di masa depan, khususnya di Kota Bontang dan wilayah Kalimantan Timur.

STITEK Percepat Transformasi Kelembagaan Menuju Universitas dengan Dukungan Kemendiktisaintek dan Komisi X DPR RI

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek RI) bekerja sama dengan Komisi X DPR RI menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Diseminasi Kebijakan Perubahan Bentuk Perguruan Tinggi pada Kamis, 18 Desember 2025, bertempat di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang. Kegiatan ini dilaksanakan dengan Sekolah Tinggi Teknologi (STITEK) Bontang sebagai tuan rumah, sejalan dengan proses transformasi kelembagaan yang tengah dijalani STITEK Bontang menuju perubahan bentuk menjadi universitas.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari Ir. Yhenda Permana, M.M., selaku Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Bessai Berinta (YPBB). Dalam sambutannya, disampaikan komitmen penuh yayasan sebagai badan penyelenggara untuk mendukung proses perubahan bentuk STITEK Bontang, baik dari aspek penguatan tata kelola kelembagaan, pengembangan sumber daya manusia, maupun penyediaan sarana dan prasarana. Transformasi kelembagaan ini dipandang sebagai langkah strategis dalam menjamin keberlanjutan institusi serta kesiapan menghadapi tantangan pendidikan tinggi di masa mendatang.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Prof. Dr. Mukhamad Najib, S.TP., M.M., Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Dalam paparannya, beliau memberikan penguatan mengenai kebijakan nasional terkait perubahan bentuk perguruan tinggi, termasuk persyaratan, tahapan pelaksanaan, serta pentingnya kesiapan institusi secara menyeluruh agar proses transformasi berjalan sesuai dengan regulasi dan standar mutu pendidikan tinggi.

Selanjutnya, H. Andi Sofyan Hasdam, Wali Kota Bontang pertama sekaligus salah satu pendiri Yayasan Pendidikan Bessai Berinta, menyampaikan refleksi historis perjalanan pendirian STITEK Bontang. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan harapan agar STITEK Bontang terus berkembang dan berkontribusi secara nyata dalam pembangunan sumber daya manusia serta kemajuan Kota Bontang.

Dukungan Pemerintah Kota Bontang disampaikan oleh dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.OG, selaku Wali Kota Bontang. Beliau menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia industri dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Sebagai penutup rangkaian sambutan, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, M.P.P., Ketua Komisi X DPR RI, menyampaikan keynote speech yang menguraikan perspektif strategis arah kebijakan pendidikan tinggi nasional. Dalam pemaparannya, ditekankan pentingnya penguatan tata kelola, peningkatan mutu akademik, serta keberpihakan kebijakan terhadap pengembangan perguruan tinggi di daerah agar mampu tumbuh dan berdaya saing secara nasional.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi dan diskusi yang membahas secara komprehensif kebijakan serta kesiapan STITEK Bontang dalam proses perubahan bentuk menjadi universitas. Pada sesi materi, Henriette Minerva Wenno menjelaskan bahwa perubahan bentuk perguruan tinggi swasta dari sekolah tinggi menjadi universitas memiliki landasan hukum yang jelas dan menuntut kesiapan institusi secara menyeluruh, mencakup perluasan rumpun keilmuan, kecukupan dan komposisi program studi, serta kesiapan sumber daya manusia dan sarana prasarana pendukung.

Disampaikan pula bahwa STITEK Bontang telah mengajukan usulan perubahan bentuk menjadi Universitas Sains dan Teknologi Bontang, dengan kesiapan dari aspek kelembagaan dan akademik serta dukungan penuh dari badan penyelenggara. Proses perubahan bentuk tersebut berdampak pada penyesuaian data institusi, pembaruan dokumen kelembagaan, serta pelaksanaan akreditasi sesuai dengan nama dan bentuk perguruan tinggi yang baru.

Dalam pengembangan kampus, diusulkan tiga alternatif lahan, dengan lahan seluas kurang lebih 40.000 m² di Teluk Pandan dinilai paling potensial sebagai pusat pengembangan universitas jangka panjang, termasuk untuk pembangunan fasilitas akademik dan laboratorium.

Pada sesi diskusi, Mohammad Ahmad Maidanul Abrori, S.T., M.Kom. menyoroti berbagai aspek yang perlu dipersiapkan dalam proses perubahan bentuk. Menanggapi hal tersebut, ditegaskan pentingnya penguatan tata kelola kelembagaan, dukungan pemerintah daerah dan dunia industri, serta peningkatan daya tarik calon mahasiswa melalui kualitas dosen dan pengembangan program studi unggulan yang berdaya saing.

Menutup sesi pertama, Henriette Minerva Wenno menyampaikan harapan agar universitas yang dicita-citakan dapat berkembang secara berkelanjutan, memiliki karakteristik dan keunggulan yang khas, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Sesi materi berikutnya disampaikan oleh Zaini, S.Pd., M.Pd., yang memaparkan perkembangan STITEK Bontang sejak berdiri, ditandai dengan penguatan tata kelola, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan sarana dan prasarana secara bertahap. Saat ini, STITEK Bontang memiliki empat program studi aktif dan tiga program studi yang telah disetujui, dengan dukungan pembelajaran berbasis digital dan fasilitas laboratorium.

Namun demikian, keterbatasan gedung kampus yang masih bersifat sewa menjadi tantangan utama, sehingga pengembangan kampus utama menjadi fokus dalam rencana perubahan bentuk. Berbagai capaian akademik dan nonakademik, termasuk perolehan hibah penelitian serta prestasi mahasiswa, menunjukkan kesiapan STITEK Bontang untuk bertransformasi menjadi universitas.

Perubahan bentuk ditargetkan paling lambat pada tahun 2030, dengan peluang percepatan pada periode 2025–2026, serta komposisi rumpun keilmuan sebesar 60 persen sains dan teknologi dan 40 persen non-sains. Menutup pemaparannya, Zaini mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dalam mewujudkan transformasi STITEK Bontang menjadi Universitas Sains dan Teknologi Bontang sebagai kebanggaan bersama.

Partisipasi Kepala LPPM STITEK Bontang sebagai Narasumber pada Lokakarya Teknologi Tepat Guna (TTG)

Pada 6 November 2025, Akbar, S.Pd., M.Pd., yang menjabat sebagai Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STITEK Bontang, berperan sebagai narasumber dalam kegiatan lokakarya yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Bontang. Penugasan tersebut didasarkan pada Surat Tugas resmi Nomor 298/K/KP/2025 yang ditandatangani oleh Ketua STITEK Bontang, Zaini, S.Pd., M.Pd. (STITEK Bontang, 2025). Lokakarya ini mengangkat tema “Teknologi Tepat Guna (TTG) sebagai Solusi Pemecahan Masalah dan Pengembangan Potensi Daerah” dengan tujuan memberikan penguatan konseptual dan praktis mengenai pemanfaatan TTG sebagai strategi pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

Dalam pemaparannya, Akbar menekankan bahwa implementasi TTG tidak semata-mata berorientasi pada aspek teknis, tetapi juga merupakan pendekatan strategis untuk meningkatkan kemandirian dan daya adaptasi masyarakat. Ia menyampaikan bahwa solusi TTG idealnya mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat melalui pendekatan yang berkelanjutan, mudah diimplementasikan, serta selaras dengan karakteristik dan kondisi wilayah setempat (A. Akbar, komunikasi pribadi, 6 November 2025).

Sementara itu, Ketua STITEK Bontang menyampaikan apresiasi atas keterlibatan unsur akademisi dalam kegiatan tersebut dan menegaskan bahwa partisipasi ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menurutnya, kontribusi dosen dalam kegiatan publik mencerminkan integrasi antara pengembangan ilmu pengetahuan, hasil penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan daerah (Zaini, komunikasi pribadi, 3 November 2025). Kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara STITEK Bontang dan pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pendekatan inovatif dan berbasis keilmuan.